Jan 31, 2021 / Sertifikasi

Begini cara menerapkan sistem manajemen keamanan pangan berbasis ISO 22000

Begini cara menerapkan sistem manajemen keamanan pangan berbasis ISO 22000

Di era yang sangat instant ini, kita sangat sering mengonsumsi panganan yang diproduksi dari industri pangan. Pengolahan pangan di industri tersebut menghasilkan 2 kemungkinan kualitas, kualitas yang baik dan aman atau kualitas buruk dan tidak aman. Industri dituntut untuk selalu menghasilkan kualitas pangan yang aman, dalam hal ini mencakup kebersihan, kesehatan dan keamanannya untuk bagi konsumen yang akan mengonsumsinya. Makanan yang tidak aman dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan bagi konsumennya, bahkan tidak jarang dampaknya sangat parah dan fatal, sehingga sangat penting bagi organisasi yang terlibat dalam pengendalian rantai pasokan dari makanan yang akan diproduksi dengan memastikan proses dijalankan dan produk yang dihasilkan aman, bersih dan sehat.

ISO 22000 :2018 adalah standar keamanan pangan untuk bisnis dalam rantai pasok produksi pangan. ISO 22000 ini menjelaskan persyaratan untuk sistem manajemen keamanan pangan dan menetapkan persyaratan yang harus dipenuhi suatu organisasi yang memproduksi rantai pasok pangan untuk menunjukkan bahwa sistem manajemen tersebut dapat mengendalikan bahaya keamanan pangan tersebut. Standar ini memberikan arahan bagi industri pangan untuk mengembangkan, menerapkan, memantau dan melakukan peningkatan berkesinambungan pada sistem manajemen keamanan pangan atau Food Safety Management System (FSMS) ini. Untuk mematuhi standar, organisasi harus memenuhi semua persyaratan hukum dan peraturan terkait keamanan pangan yang berlaku

Penerapan ISO 22000 wajib dilakukan pada produk-produk yang berhubungan dengan industri pangan atau penunjang rantai pasok makanan. Tidak hanya perusahaan-perusahaan yang memproduksi makanan siap saji saja yang harus menerapkannya, namun ISO 22000 ini perlu diimplementasikan mulai dari perusahaan-perusahaan yang menjadi supplier bahan baku, packaging (kemasan dan pengemasan), penyimpanan hingga makanan siap dikonsumsi oleh konsumen. Beberapa jenis perusahaan yang diwajibkan mengimplementasikan ISO 22000:2018 antara lain:

  • Produses pangan, seperti roti, keripik, permen, makanan dan minuman kaleng, makanan beku (frozen food)
  • Tempat-tempat pengolahan daging, ikan, unggas, makanan ternak.
  • Industri  perkebunan/tanah ladang, tempat-tempat penangkapan ikan, tempat-tempat penampungan susu segar.
  • Jasa penyedia layanan makanan misalnya Catering, rumah makan, jaringan makanan cepat saji, rumah sakit dan hotel, kafe, toko bahan makanan, dll.
  • Jasa pelayanan pendukung termasuk penyimpanan makanan dan distribusinya dan para pemasok mesin-mesin pengolahan pangan, kemasan, bahan pemanis tambahan, bahan pangan mentah, kebersihan dan sanitasi produk.

FSMS menjabarkan proses yang perlu dikelola dalam memastikan keamanan pangan yang berlaku diproduksi oleh organisasi. Berikut proses yang dapat dibangun untuk menerapkan system manajemen keamanan pangan berbasis ISO 22000:

  • Kebijakan (Policy) keamanan pangan
  • Sasaran (Objectives) keamanan pangan
  • Dokumentasi penunjang sistem manajemen keamanan pangan
  • Membentuk tim keamanan pangan
  • Menetapkan metode dan sarana komunikasi internal dan eksternal
  • Rencana darurat
  • Evaluasi kinerja FSMS
  • Pengelolaan Sumber Daya (Personel, Infrastruktur dan Lingkungan kerja)
  • Rencana untuk mengikuti prinsip-prinsip HACCP
  • Identifikasi dan Mampu Telusur Produk
  • Pengendalian ketidaksesuaian
  • Mekanisme Penarikan dan Pemusnahan Produk
  • Audit internal
  • Tinjauan Manajemen
  • Rencana Tindakan Peningkatan Berkelanjutan FSMS

Sertifikasi FSMS ISO 22000 ini dipandang perlu untuk mendapatkan pengakuan dan pembuktian dari pihak eskternal dan independent yang menyatakan bahwa organisasi telah menjalankan proses produksi pangan sesuai dengan standard sistem manajemen keamanan pangan berstandar internasional berbasis ISO 22000:2018. Di lain sisi, penerapan standar ini pun merupakan tanggung jawab organisasi untuk memastikan konsumennya selalu sehat dan merasa aman dalam mengonsumsi produk yang dihasilkan oleh mereka.